Sabtu, 19 Februari 2011

Ibu Dan Anak

Saat Dia Beranjak Senja
Ku pandangi raut wajahmu penuh dengan kasih,.
pucat pasi tak seperti dulu,rambutmu yang hitam
seakan sirna dimakan usiaTapi...
itu tak menyurutkan sifatmu yang rahim,
tak menyurutkan cinta pada anakmu ini,
anak yang sering mendurhakaimu,
Kini...
seharian kau terbaring di kamar menahan sakit  yang telah lama kau derita
Dengan tubuhmu yang lemah kau datang menghampiriku membelai rambutku penuh kasih,
dan mengatakan...
Nak, .
maafkan ibu selama ini, maafkan ibu jika tidak dapat memenuhi kebutuhanmu,
maafkan ibu jika sering memarahimu,
maafkan ibu jika sering menyuruhmu itu semua ibu lakukan...
karena ibu sayang kamu.
Anakku,jadilah kamu permata hidup, jadilah kamu seorang pembela kebenaran,
kelak jikalau kau besar nanti Anakku,
ingatlah akan maut yang siap menjemput kapanpun tanpa menunggu waktu.
Tak terasa....
air mata berlinang di pipiku, aku tak sanggup berkata apapun hanya hati yang bicara,
aku akan menjadi seperti yang kau mintamenjadi manusia sejati dambaan umat...

Tidak ada komentar: